Transportasi menuju Banda Neira dengan Kapal PELNI

Mengunjungi Banda Neira: Sepotong Surga di Maluku Tengah

Bagi banyak orang, mendengar Banda Naira berarti mendengar nada-nada minor dengan lirik mendayu-dayu ciptaan Ananda Badudu dan Rara Sekar. Namun, Banda Naira sesungguhnya adalah nama dari sebuah kepulauan di Maluku Tengah, salah satu gugusan kepulauan cantik dari 17.000 pulau yang ada di Indonesia. Mengunjungi Banda Naira seperti menemukan Indonesia versi sederhana, banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi. Tanah-tanahnya, bibir pantai dengan pasir yang lembut, taman lautnya, atau kulinernya yang menggugah selera. Salah satu hal menarik lainnya yang bisa ditelusuri adalah sejarahnya. Peradaban Naira di masa silam menjadi cikal bakal sejarah panjang Indonesia tentang 350 tahun perjuangan melawan kolonialisme. Membicarakan sejarah Indonesia berarti mencermati awal mula penjajahan ketika rempah-rempah menjadi komoditas yang dicari di seluruh dunia dan Banda Naira menjadi sentral perdagangannya.

Taman laut di perairan Pulau Hatta, Kepulauan Banda
Taman laut di perairan Pulau Hatta, Kepulauan Banda

Banda Naira terletak disebelah tenggara Kota Ambon, dengan bentangan Laut Banda yang berombak ditengah-tengahnya. Banyak sekali orang-orang yang bertanya-tanya bagaimana cara dan transportasi menuju Banda Naira, mengingat kepulauan ini tidak terlalu nampak di peta Indonesia. Ada beberapa pilihan yang bisa ditempuh untuk mencapai Kepulauan Banda. Well, pilihan-pilihan ini tergantung dari budget yang kita miliki dan waktu luang yang tersedia. Yuk, simak cara menuju Banda Naira.

 

Budget Tinggi, Waktu Sempit (One way  ±IDR 1.500.000 – 3.000.000)

Jika kamu memiliki budget lebih sedangkan waktu terasa sempit, sebaiknya gunakan pesawat menuju Ambon. Ada beberapa maskapai seperti Garuda dan Lion Group yang melayani rute penerbangan ke Ambon. Harga tiketnya cukup variatif, berkisar mulai dari 900 ribu rupiah hingga lebih dari 1,5 juta. Semua tergantung keberuntungan pencarian tiket dan rezeki masing-masing. Apabila tidak ada transit dan delay maka penerbangan Jakarta ke Ambon hanya membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam saja, cukup singkat bukan?

Sedangkan dari Ambon ke Banda Naira, kamu bisa menggunakan pesawat kecil sejenis Cessna. Tiket yang dijual sekitar 400 ribu rupiah. Penerbangan ini biasanya memakan waktu sekitar 1 jam saja. Namun penerbangan Ambon menuju Banda Naira tidak semulus kelihatannya. Banyak wisatawan yang mengaku kesulitan untuk menemukan jadwal penerbangan yang pasti. Sehingga penerbangan ini cenderung tidak direkomendasikan karena banyak faktor yang memengaruhi seperti cuaca dan kuota penumpang.

 

Budget Rendah, Waktu Luang (One way ±IDR 500.000 – 1.000.000)

Apabila budget perjalanan terbatas dan waktu yang dimiliki sangat luang maka kapal laut bisa dijadikan opsi yang bagus. Ada KM Tidar dengan rute Jakarta-Fak Fak yang bisa dipilih. Tiketnya juga terjangkau, sekitar 1 juta rupiah untuk kelas ekonomi. Pelayaran dari Jakarta-Banda biasanya memakan waktu kurang lebih 5 hari. Jika Jakarta dianggap terlalu jauh maka jangan khawatir karena kapal akan transit di Surabaya. Selain itu ada juga pelayaran yang berangkat dari Surabaya seperti KM Nggapulu dengan kisaran harga tiket sebesar 500 ribu rupiah untuk kelas ekonomi. Waktu tempuh pelayaran dari Surabaya hingga Banda biasanya sekitar 3-4 hari. Kendala yang umum dihadapi jika mengambil opsi ini adalah tidak setiap hari kapal tersedia. Seperti di Surabaya contohnya, kapal laut menuju Banda hanya akan diberangkatkan setiap dua minggu sekali. Jadwal dan detail kapal bisa diakses melalui website PELNI. Baca juga cerita pengalaman kami menuju Banda selama 7 hari di atas KM Leuser.

Cara menuju ke Banda Naira
Bentang lautan Indonesia sangat memukau, transportasi kapal laut menuju Banda Naira bisa jadi opsi yang menarik

Kapal PELNI melayani berbagai rute transportasi yang sangat diandalkan di Indonesia bagian timur. Kelas yang ditawarkan pun juga bervariasi mulai dari kelas III, kelas II, dan kelas I dengan tarif yang variatif pula. Penumpang kelas I dan kelas II biasanya akan mendapatkan kabin khusus, sedangkan penumpang kelas III biasanya ditempatkan dalam ruangan besar yang berisi ratusan tempat tidur berjajar di setiap lantai kapal. Dengan kocek yang cukup terjangkau, penumpang sudah bisa mendapatkan fasilitas matras, toilet umum, colokan listrik, AC, dan makanan 3x dalam sehari. Menarik, bukan? Selain itu naik kapal akan menambah daftar koleksi cerita ke anak cucu dimana kamu akan bertemu dengan orang-orang yang beraneka ragam. Banyak pedagang lalu lalang; dari yang jualan tikar hingga jualan nasi, dari yang berdarah Jawa hingga berdarah Papua akan kamu temukan disana.

 

Bugdet tanggung, Waktu tanggung (One way ±IDR 1.100.000 – 2.000.000)

Kalau kamu memiliki uang dan waktu serba tanggung, ada pilihan tersendiri. Naik saja pesawat jurusan Ambon. Dari Ambon, pindah menuju kapal yang hendak ke Banda Neira. Kapal PELNI biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menuju Banda Neira, sekitar 8 – 18 jam tergantung dari kapal yang beroperasi. KM Tidar terhitung sebagai yang paling cepat karena hanya memakan waktu 8 jam saja, sedangkan KM Pangrango biasanya memakan waktu 14 jam untuk sampai ke Banda. Biaya tiket kapal dari Ambon menuju Banda sekitar 100 ribu rupiah. Jika kapal PELNI dianggap lama, maka pilihlah kapal cepat yang akan membawamu ke Banda dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. Di sekitar pelabuhan Ambon akan ada banyak tawaran jasa kapal cepat menuju Banda dengan harga yang variatif. Pilihan ini memiliki kelebihan dimana kamu akan sempat jalan-jalan di Ambon barang sejenak. Pengalaman naik pesawat, angkot Ambon dan kapal akan kamu raih dengan pilihan ini.

 

Sebenarnya akses menuju Banda Naira tidaklah terlalu sulit, hanya saja ini akan menuntut kita untuk lebih teliti dalam merencanakan perjalanan. Tertinggal kapal berarti kamu akan membutuhkan waktu sekitar 14 hari sebelum kapal berikutnya diberangkatkan. Tiket pesawat yang mahal pun akan jadi kendala karena banyak iming-iming tiket promo liburan ke luar negeri dengan harga yang lebih murah. Namun tentu saja dengan sajian yang ada di Banda, semua pengorbanan tidak akan menjadi sia-sia. Kalau bukan kita yang menjelajahi wajah negeri ini, lalu siapa lagi? (s17/rfr)

Satu tanggapan untuk “Mengunjungi Banda Neira: Sepotong Surga di Maluku Tengah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *