Mengunjungi Banda Neira: Sepotong Surga di Maluku Tengah

Bagi banyak orang, mendengar Banda Naira berarti mendengar nada-nada minor dengan lirik mendayu-dayu ciptaan Ananda Badudu dan Rara Sekar. Namun, Banda Naira sesungguhnya adalah nama dari sebuah kepulauan di Maluku Tengah, salah satu gugusan kepulauan cantik dari 17.000 pulau yang ada di Indonesia. Mengunjungi Banda Naira seperti menemukan Indonesia versi sederhana, banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi. Tanah-tanahnya, bibir pantai dengan pasir yang lembut, taman lautnya, atau kulinernya yang menggugah selera. Salah satu hal menarik lainnya yang bisa ditelusuri adalah sejarahnya. Peradaban Naira di masa silam menjadi cikal bakal sejarah panjang Indonesia tentang 350 tahun perjuangan melawan kolonialisme. Membicarakan sejarah Indonesia berarti mencermati awal mula penjajahan ketika rempah-rempah menjadi komoditas yang dicari di seluruh dunia dan Banda Naira menjadi sentral perdagangannya.

Read more Mengunjungi Banda Neira: Sepotong Surga di Maluku Tengah

Monumen Parigi Rante: Bukti Kolonialisme di Tanah Banda

Sejarah manapun tentu akan memiliki cerita kelam di dalamnya, begitu juga dengan sejarah peradaban yang berkembang di Naira. Monumen Parigi Rante adalah salah satu pengingat bahwa kebengisan kolonialisme sangat dekat dengan bangsa kita. Parigi Rante terletak di Naira, dibangun berseberangan langsung dengan Benteng Nassau. Bangunannya tidak besar, terlihat sesederhana Pulau Naira.

Read more Monumen Parigi Rante: Bukti Kolonialisme di Tanah Banda

Menebalkan Kebangsaan di Rumah Pengasingan Hatta

Rumah sederhana itu terletak di ujung pertigaan jalanan Naira yang lengang. Pagarnya yang berornamen berwarna kuning kenari dengan pinggiran cat kecokelatan. Rumah itu jauh dari kata mewah karena luas tanahnya yang tidak besar dan bangunannya yang tidak megah. Di pojok depan ada sebuah papan sederhana dengan cat putih yang bertuliskan “Rumah Pengasingan Bung Hatta”.

Read more Menebalkan Kebangsaan di Rumah Pengasingan Hatta