Komplek Istana mini di Banda Naira

Istana Mini: Tentang Goresan Rindu di Masa Lalu

Rindu. Iya. Rindu barangkali adalah substansi pekat yang mengambang di udara Banda. Atau sebuah goresan kata-kata di salah satu jendela bagian depan Istana Mini. Kompleks Istana Mini terletak di tengah keheningan suasana Naira, tepatnya di wilayah administratif Desa Dwiwarna.

 

Interior Istana Mini Banda Neira
Kompleks Istana Mini beraksitektur khas Eropa dan merupakan bagunan miniatur sebuah istana.

Bangunan berarsitektur khas kolonial Belanda yang dibangun tahun 1683 ini terdiri dari dua bagian utama, yakni Rumah Gubernur dan Kantor Gubernur Kolonial Belanda. Disebelah barat bangunan utama terdapat bangunan Societeit Harmonie yang dulunya berfungsi sebagai gedung pusat hiburan dan tempat bersantainya para pejabat kolonial Belanda. Sedangkan pada bagian timurnya terdapat rumah Deputy Governoor VOC serta rumah para perkenier, sebutan bagi landlord atau pemilik kebun pala. Di seberangnya terdapat halaman luas dengan rerumputan yang teratur, menambah kesan megah pada bagunan ini. Dari terasnya, kamu dapat memandang jauh ke depan melampaui Pantai Tita Baru, perairan Banda, dan Banda Besar.

Mengunjungi bangunan ini, kamu dapat merasakan bagaimana sensasi hidup seorang bangsawan Eropa yang tak bisa lepas dari kata ‘dansa’. Lantainya mengkilat dan ditata secara apik memantulkan bayangan dirimu dalam balutan busana pesta. Dinding putihnya berbaur kemewahan pilar-pilar istana, semuanya tercermin jelas lewat bangunan utama yang hingga sekarang masih difungsikan sebagai gedung pertemuan istimewa. Terdapat beberapa ruang yang saling terhubung khas Eropa di dalam bangunan ini, sedangkan di bagian belakang terdapat bagunan yang tampak seperti dapur, gudang, dan tentu saja sebuah sumur besar. Sebuah kandelir besar tergantung di langit-langitnya yang berhias corak geometris. Di dalam bangunan utama tersimpan barang-barang peninggalan Belanda seperti lukisan-lukisan. Dua patung singa keemasan terpajang di pintu gerbangnya. Sedangkan di bagian Kantor Gubernur Kolonial Belanda, ditemukan patung Willem III setengah badan yang hingga kini masih berdiri kokoh di halamannya yang sudah mulai terbengkalai. Bulu kuduk kami menegang seiring dengan ruang-ruang yang kami lewati, entah karena terperanjat atau mungkin karena kami tak sendirian.

Tulisan tangan Charles Rumpley di salah satu jendela Istana Mini. (source: spiceislandsblog.com)

Bagian menarik dari Istana Mini adalah ceritanya mengenai catatan kerinduan seorang Charles Rumpley—pegawai rendahan kolonial Belanda—yang tergores di salah satu jendela bagian depannya. Namun disebutkan dalam buku Ring of Fire karya Lawrence dan Lorne Blair, Charles Rumpley adalah gubernur Perancis terakhir di Banda. Kata-kata dalam bahasa Perancis itu diukir di atas kaca jendela menggunakan cincin berlian pada 1 September 1831 dan masih menjadi bukti betapa kesendirian dan kerinduan masih menggantung di bangunan itu. Setelah menuliskannya, Charles Rumpley memutuskan untuk menggantung dirinya di kandelir kristal di bangunan itu.

Quand viendra t’il le temps que formera mon bonheur?

When will come the time that will form my happiness?

Quand frappera la cloche qui va sonner l’heure,

When will the bell strik the hour

Le moment que je reverai les bords de ma Patrie,

The moment I will see again the shores of my country

Le soin de ma famille que j’aime et que je benis?

The bosom of my family that I love and bless?

Rute Perjalanan

Kompleks bangunan ini berjarak sekitar 650 meter dari dermaga perahu kecil Naira, kamu bisa berjalan santai atau menyewa jasa ojek menuju komplek bangunan Istana Mini. Namun berjalan santai sembari melihat bangunan-bangunan tua di Naira sangatlah disarankan.

Penginapan & Fasilitas

Tidak ada fasilitas apapun di destinasi ini, di dekat pintu masuknya terdapat sebuah kursi dan meja yang diatasnya terdapat kotak kayu. Tidak ada penarikan dana retribusi, namun berkenanlah memasukkan rupiah ke dalam kotak kayu tersebut sebagai dana perawatan bangunan ini. Kompleks Istana Mini dekat sekali dengan beberapa penginapan di wilayah Desa Nusantara.

Waktu Berkunjung

Sepanjang tahun, destinasi wisata sejarah di Naira bisa dikunjungi kapan pun yang kamu mau.(arf/rfr)


Warning: assert(): Assertion failed in /home/involfix/public_html/bandaneira.id/wp-content/themes/toivo-lite/comments.php on line 1

Warning: assert(): Assertion failed in /home/involfix/public_html/bandaneira.id/wp-content/themes/toivo-lite/comments.php on line 1

2 thoughts on “Istana Mini: Tentang Goresan Rindu di Masa Lalu


    Warning: assert(): Assertion failed in /home/involfix/public_html/bandaneira.id/wp-content/themes/toivo-lite/comment.php on line 1
  1. Mantap infonya… izin share tulisan di kacanya ya. makasih sebelumnya gan

    Balas


  2. Warning: assert(): Assertion failed in /home/involfix/public_html/bandaneira.id/wp-content/themes/toivo-lite/comment.php on line 1
  3. Sejarah selalu bisa membangkitkan jiwa jaman. Meski hanya lewat tulisan, semua terasa seperti berada di bangunan itu. mantap!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *